Membuat Peta di Composer QGIS 2.14.4 Essen
Kamis, 01 Maret 2018
Selasa, 27 Februari 2018
Senin, 26 Februari 2018
Memanfaatkan Android dan GPS Essentials untuk Pemetaan
Diera sekarang ini kita banyak dimanjakan oleh HP Pintar (Smartphone), perkembangan HP pintarpun sangat pesat dari merk baru hingga merk ternama. dari yang berteknologi sederhana hingga berteknologi canggih, dari harga yang murah hingga harga puluhan juta. Konsumenyapun hampir semua kalangan karena rentang harga dapat dijangkau dengan semua kalangan. Nah pertanyaannya adalah sejauh mana anda memanfaatkan HP Pintar (Smartphone) dalam menunjang pekekerjaan anda..? atau HP tersebut hanya dibeli untuk memenuhi hasrat kita belaka, atau bahkan hanya digunakan untuk bermain game saja. Nah untuk pertanyaan-pertanyaan ini hanya anda sendiri yang dapat menjawabnya termasuk penulis sendiri.
Kalau Saya Sendiri sih lebih memanfaatkan HP Pintar untuk menunjang pekerjaan dan bidang keilmuan pengetahuan alam serta ada beberapa aplikasi Religi yang saya pasang di Smartphone. Kali ini saya mencoba berbagi bagaimana HP Pintar dapat membantu pekerjaan saya dibidang Pemetaaan, Pertanyaan adalah apak bisa HP Pintar digunakan untuk Pemetaan, jawabanya tentu sangat bisa karena saya sudah melakukannya, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya...? Caranya adalah HP Pintar tersebut saya jadikan pengganti GPS Survey dengan memasang GPS Essentials di HP Pintar saya. Terus bagaimana tingkat akurasinya...? Untuk tingkat akurasi GPS Essentials ini lumayan cukup baik bisa sampai 3m hampir sama dengan GPS Survey biasa, namun tidak sebandel GPS Survey seperti Garmin, Magellan dll. Untuk akurasi dibawah tajuk yang rapat hampir sama dengan GPS tipe-tipe lama keluaran tahun 2000an. Pertanyaan terakhir apakah tidak akan mengurangi paket data internet...? Tentu saja tidak karena GPS Essentilas tidak menggunakan data seluler.
Baiklah saya akan mencoba berbagi bagiamana menggunakan GPS Essentials di Android/ HP Pintar (Smartphone). Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka Play Store pada Smartphone kita lalu cari GPS Essentials
2. Pilih GPS Essentials di Google Play Store lalu Install
3. Setelah terinstall GPS Essentials sudah dapat kita jalankan namun pastikan GPS di HP kita aktif seperti gambar dibawah ini
4. Setelah itu buka GPS Essentials
Ketika kita membuka GPS Essentials maka akan muncul tampilan seperti diatas, pada tempilam ini kita dapat memilih menu seperti, Compass, Camera, Portable Maps, Google Maps, Waypoint, Rutes, Tracks, Satellites, Pictures, Settings dll. Nah kita dapat memilih salah satu diantaranya. Jika kita pilih menu Satellites maka tampilan yang akan muncul seperti gambar dibawah ini
![]() |
| Tampilan Satelits GPS Essentials |
dan untuk tampilan Portable Maps seperti dibawah ini
![]() |
| tampilan Portable Maps |
untuk tampilan Dashboard seperti dibawah ini
gambar diatas menampilkan beberapa informasi seperti Akurasi, data datum, ketingian, jumlah Satelit dll, nah untuk akurasi 15.2 diatas ketika berada dibawah atap rumah.
5. Membuat Titik Koordinat atau Waypoints
langkah pertama adalah pilih menu Waypoints setelah itu akan muncul tampilan sperti dibawah ini
Sebelum diokekan, kita harus melihat informasi jumlah Satelis dan akurasi seperti gambar diatas selain itu juga kita dapat memilih icon titik tersebut, untuk contoh diatas saya pilih icon rumah karena informasi yang diambil adalah titik koordinat Kantor Akar. Setelah itu akan muncul informasi sebagi berikut
Jika ingin melihat Informasi Titik koordinat yang telah dibuat, kita pilih Properties maka muncul informasi seperti gambar dibawah ini, adapun informasi tersebut berisikan Position (Titik koordinat), Latitude, Longitude, Altitude dan Accuracy.
6. Membuat Jejak (Track)
Langkah-langkahnya sama dengan kita membuat Waypouint namun yang kita pilih pada menu utama adalah Tracks, maka muncul tampilan seperti ini
Setelah muncul tampilan seperti diatas pilih tanda + maka akan muncul lagi tampilan seperti dibawah ini
langkah selanjutnya klik Start, Track sudah bisa dibuat ketempat tujuan kita, setelah sampai pada tempat tujuan Track kita stop dan informasi Track yang kita buat akan muncul seperti dibawah ini
7. Cara mengexport Track dan Waypoint
Pilih menu seperti yang saya lingkari diatas, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini
Pilih Export lalu akan muncul beberapa pilihan seperti dibawah ini
lalu kita tinggal pilih format data waypoint dan track yang akan kita simpan, seperti KML dan KMZ jika kita memilih format tersebut maka datanya akan bisa langsung kita buka di Googel Earth, Kita juga bisa menyimpan data tersebut dengan format GPX. Kalau saya pribadi lebih umum memilih GPX 1.1, setelah kita memilih format penyimpanan maka langkah selanjutnya akan muncul seperti berikut ini
kalau saya pribadi untuk mempermudah, saya pilih export ke email/ Share It. Setelah selesai data tersebut dapat langsung kita download. berikut tampilan data yang sudah dibuat dan didownload tadi saya tampilkan dibawah ini dengan format GPX,
Format GPX Bisa dibuka dengan menggunakan EasyGPS, DNR GPS. Selanjutnya data-data tersebut dapat kita jadikan Shapefile supaya bisa dibuka dan dilayout pada ArcGis dan QGIS sehingga menjadi produk terakhir yaitu Peta.
Selamat Mencoba, dan Semoga Bermanfaat
Salam
Riki Rahmansyah
Jumat, 24 November 2017
Kamis, 16 Maret 2017
Primata di Kampus Universitas Bengkulu
Pada tahun 2008 saya mulai tercatat di Universitas Bengkulu sebagia mahasiswa Kehutanan, disinilah cikal bakal saya mengenal dunia konservasi, awalnya saya sangat awam sekali tentang dunia Kehutanan dan konservasi, wajar saja sebab latar belakang pendidikan saya bukan dari IPA Biologi melainkan dari Teknik Elektronika seperti yang kita ketahui di Teknik Elektronika tidak pernah menyinggung apa itu Kehutanan dan Konservasi.
Kampus Universitas Bengkulu menjadi lokasi
pertama kita melakukan pengamatan primata karena kebetulan di kampus kita ini
masih primatanya yaitu Lutung Kelabu / Cingkuk (rachypithecus cristatus) dan Monyet Ekor Panjang
(Macaca
fascicularis)
Baiklah
kita mulai membahas tentang jenis-jenis primata di kampus Universita Bengkulu
ini, hasil dari beberapa kali pengamatan pada sekitar tahun 2009 Monyet Ekor
Panjang tidak lagi tampak di hutan kampus Universitas Bengkulu, kemungkinan
besar kelompok ini keluar dari Hutan Kampus menuju Hutan Pantai di Muara Sungai
Bengkulu dan tidak bisa kembali masuk kedalam Hutan Kampus karena koridor di
UNIB depan terputus. Kelompok ini akhirnya terisolasi di sekitar persawahan Pasar
Bengkulu.
Sedangkan Kelompok Lutung Kelabu tetap berada di
Hutan Kampus Universitas Bengkulu dan berkembang biak. Lutung Kelabu
adalah sejenis lutung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 58 cm. Lutung
Kelabu memiliki rambut tubuh berwarna hitam dengan ujung warna putih atau
Kelabu. Mukanya berwarna hitan tanpa lingkaran putih di sekitar mata dan rambut
di atas kepalanya meruncing dengan puncak ditengahnya.
Lutung jantan dan betina serupa. Betina biasanya
berukuran lebih kecil dan ringan di banding jantan. Ketika baru lahir, bayi
lutung memiliki rambut tubuh berwarna jingga. Setelah berumur tiga bulan,
rambut warna jingga ini digantikan dengan rambut tubuh hitam seperti lutung
dewasa.
Lutung Kelabu adalah hewan arboreal, yang hidup di atas pepohonan. Makanan pokoknya terdiri
dari tumbuh-tumbuhan, memakan dedaunan, buah-buahan, serangga. Di hutan Kampus
Universita Bengkulu Lutung kelabu ini sering terlihat sedang memakan daun muda
dan buah; Sengon Laut (Paraserianthes falcataria), Kapuk Randu (Seiba petandra), dan Lamtoro
(Leucaena
leucocephala). Berdsarkan Red List IUCN status Lutung
kelabu ini Hampir Terancam (Near Threatened/ NT).
Kembalinya
Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) ke Hutan Kampus
Hari itu tanggal 14 Maret 2017 saya mengajak anak-anak
kehutanan pengamatan burung dan primata di Hutan Kampus Universitas Bengkulu,
pada saat istirahat sembari menunggu Elang brontok (Nisaetus cirrhatus) ada
yang menarik perhatian saya di salah satu pohon Ficus sp, perlahan-lahan pohon
tersebut saya dekati supaya satwanya
tidak kabur, setelah diamati dan di dokumentasikan ternyata satwa tersebut
adalah sekelompok Monyet Ekor Panjang (Macaca
fascicularis), setelah 8 tahun tidak terlihat akhirnya kelompok ini kembali
masuk kedalam Hutan Kampus Universitas Bengkulu. Pertanyaannya kok bisa
kelompok ini kembali lagi, dan faktor apa yang menjadi penyebabnya. Pertama
mereka kembali ke hutan kampus adalah habitat yang mereka gunakan sebagai tempat
tinggal, mencari makan dan berkembang biak sudah beralih fungsi menjadi
persawahan, Keuda tidak ada lagi ruang untuk mereka mencari makan dan hal ini
lah yang memaksa Monyet Ekor Panjang mencari habitat baru untuk keberlangsungan
kehidupan kelompok mereka. Hutan Kampus salah satu habitat yang sangat memungkinkan
bagi keberlangsungan Monyet Ekor Panjang karena selain Hutan Kampus ini tidak
ada lagi habitat yang cocok bagi mereka.
| Macaca fascicularis |
Macaca
fascicularis dinamakan sebagai monyet ekor panjang karena
memiliki ekor yang panjang. Panjang ekor monyet ini antara
80-110% dari total panjang kepala dan tubuh. Ukuran tubuh jantan memil iki panjang 412-648 mm dengan bobot badan 4,7-8,3 kg, sedangkan betina mempunyai panjang 385-503 mm dan bobot badan 2,5-5,7 kg. Ekor berbentuk silindris dan muskular serta ditutupi oleh rambut.
Monyet Ekor Panjang memiliki warna bulu yang bervariasi dari
coklat muda, kelabu sampai coklat. Variasi ini terjadi berdasarkan
pada umur, musim dan lokasi. Monyet ekor panjang yang menghuni
kawasan hutan umumnya berwarna lebih gelap, sedangkan yang
menghuni daerah pantai umumnya berwarna lebih terang dan lebih
mengkilap (Lekagul dan McNeely, 1977).
Monyet ekor panjang ini sangat adaptif dan termasuk hewan liar yang mampu mengikuti
perkembangan peradaban manusia. Selain menjadi hewan timangan atau
pertunjukan, monyet ini juga digunakan dalam berbagai percobaan
kedokteran.
Monyet Ekor Panjang umum ditemukan di hutan-hutan pesisir (Mangrove, hutan pantai), dan hutan-hutan sepanjang sungai
besar; di dekat perkampungan, kebun campuran, atau perkebunan; pada
beberapa tempat hingga ketinggian 1.300 m dpl. Jenis ini sering
membentuk kelompok hingga 20-30 ekor banyaknya; dengan 2-4 jantan dewasa
dan selebihnya betina dan anak-anak.
Monyet Ekor Panjang ini memakan aneka buah-buhan dan memangsa berbagai
jenis hewan kecil seperti ketam, Serangga, telur dan lain-lain.
dibeberapa tempat kelompok monyet ini memakan tanaman di kebun dan
menjadi hama.
Kenapa
bisa kembali ke Hutan Kampus bukankah koridornya sudah terputus..?
Berikut saya bikin skema jalur yang di gunakan
oleh Monyet Ekor Panjang menggunakan Googel Earth, jarak dari habitat Pasar
Bengkulu ke Hutan Kampus Universitas Bengkulu sekitar 2 km. Terkait koridor
yang terputus oleh pemukiman yang ada di UNIB Depan besar kemungkinan kelompok
ini menggunakan waktu malam hari untuk masuk kedalam hutan kampus sebab apabila
disiang hari banyak aktivitas manusia dan lalu lalang kendaraan yang melintas
di jalan UNIB Depan. Bukankah berdasakan pola aktivitasnya, Macaca fascicularis digolongkan menjadi
primata yang diurnal (aktif pada siang hari)? Di Suaka Margasatwa
Bukit Rimbang Bukit Baling saya pernah melihat Monyet Ekor Panjang beraktifitas
di malam hari waktu itu pukul 21.00 WIB ada sekelomok Monyet Ekor Panjang
sedang mereputkan tempat tidur.
![]() |
| Jalur yang digunakan oleh Macaca fascicularis |
Apakah Hutan Kampus aman menjadi Habitat Lutung Kelabu dan
Monyet Ekor Panjang..?
Untuk saat
ini hutan kampus masih aman buat kedua jenis Primata ini, namun tidak tahu
beberapa tahun kedepan apakah kampus Universitas Bengkulu ini masih memiliki
hutan kampus yang menjadi habitat mereka atau akan berubah menjadi
gedung-gedung perkuliahan.
Seperti
yang terjadi pada tahun 2012 sampai 2016 banyak pohon-pohon Sengon ditebang
karena telah masuk masa panen dan ada juga lahan tegakan sengon dibangun
menjadi gedung perkuliahan. Dimana lokasi-lokasi pohon yang ditebang merupakan
jalur koridor dan sumber pakan Lutung Kelabu, setelah ditebang tidak dilakukan
penanaman kembali. Sehingga kelompok primata ini menggunakan atap bangunan dan
kabel listrik sebagai jalur koridor mereka.
Ada kemungkinan
besar banyak pihak kampus maupun mahasiswa tidak mengetahui keberadaan kedua
jenis perimata ini dimana salah satu dianataranya bersetatus Hampir Terancam
Punah, sehingga belum peduli terhadap kedua jenis primata ini.
SEMOGA Lutung Kelabu dan Monyet Ekor Panjang tetap Lestari di Hutan Kampus Universitas Bengkulu.
Langganan:
Postingan (Atom)






















