Senin, 27 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Rabu, 31 Agustus 2016
Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus)
Rabu, 10 Agustus 2016
Selasa, 12 Mei 2015
Senin, 10 November 2014
Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens)
Ciri-Ciri :
Raja-udang biru memiliki tubuh berukuran sangat kecil (14 cm). Tubuh
bagian atas dan garis dada biru kehijauan mengkilap. Mahkota dan penutup
sayap bergaris hitam kebiruan. Kekang, tenggorokan dan perut putih.
Iris coklat, paruh hitam, kaki merah. Bertengger di vegetasi tepi air.
Terbang sangat cepat sambil bersuara. Terbang melayang (hovering) dengan
kepakan cepat, dan menukik cepat ke dalam air untuk menangkap mangsa. Burung ini merupakan jenis burung pemakan ikan, serangga kecil,
krustasea.
Telur berwarna keputih-putihan, jumlah 3-5 butir. Berbiak bulan Mei, Agustus.
Habitat
rawa pesisir, mangrove, muara sungai.Penyebaran
Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa.
Elang Tikus
![]() |
| lokasi Hutan Kampus Universitas Bengkulu |
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : AnimaliaPhylum : Chordata
Sub-phyllum : Vertebrata
Class : Aves
Order : Falconiformes
Family : Accipitridae
Genus : Elanus
Species : Elanus caeruleus(Desfotaines,1789)
Suara : Siulan lembut “whiip,… whiip”..
Deskripsi.
Berukuran 30 cm. Berwarna putih, abu-abu dan hitam. Berbecak hitam pada bahu, bulu primer hitam panjang khas. Apabila mereka sudah dewasa, mereka berciru-ciri: terdapat mahkota di punggung, sayap pelindung dan bagian pangkal ekor abu-abu. Muka, leher dan bagian bawah putih, paruh berwarna hitam dan kaki berwarna kuning. Pada jenis burung yang masih muda, iris matanya berwarna kuning, tapi saat sudah dewasa iris matanya berubah menjadi merah.Habitat
Bisa di jumpai mulai dari ketinggian 0-2300 m dpl. Lebih sering di
jumpai di daerah bukaan seperti perkebunan. Menggunakan pohon kering
pada percabangan yang paling tinggi untuk mengintai mangsa. Menghuni
juga daerah savana.
Makanan
Memakan binatang pengerat dengan ukuran kecil(40-90 gram), Kelelawar,
burung-burung kecil, reptil dan serangga. Berburu dari tenggeran sambil
mengawasi pergerakan mangsanya. Terbang melayang pelan sambil mengawasi
mangsa dan meluncur menangkap mangsanya ketika mangsa buruanya terlihat.
Status dan konservasi
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu. Dan pemerintah Indonesia melindungi elang tikus dengan PP nomor 7 dan 8 tahun 1999 Appendix II CITES.
Langganan:
Postingan (Atom)



